
A.RAP (RENCANA ANGGARAN PROYEK)
A.1.PENGAWASAN
Pada Modul ini pengawasan terhadap suatu proyek dapat dilaksanakan secara realtime dan terus menerus, pengawasan yang dilakukan terhadap suatu proyek adalah meliputi :
-Monitoring Waktu Pelaksanaan
Monitoring waktu pelaksanaan suatu pekerjaan juga dapat dipantau lewat modul ini, apakah suatu pekerjaan sudah selesai tepat pada waktunya atau suatu pekerjaan selesai lebih cepat atau terlambat, waktu pelaksanaan suatu pekerjaan dihitung berdasarkan jumlah durasi hari.
-Monitoring Pelaksanaan Pekerjaan
Pada Modul RAP ini kita juga dapat Memonitor Pelaksanaan suatu pekerjaan sudah sejauh mana pekerjaan tersebut terlaksana atau terselesaikan, Informasi mengenai seberapa besar suatu pekerjaan diselesaikan dapat dilihat dalam bentuk grafik batang dalam besaran persentase.
-Monitoring Status Proyek
Untuk mengetahui suatu Proyek apakah sudah Close (selesai) atau masih dalam pelaksanaan (Proses) atau masih Open (Mulai) juga dapat dimonitor pada Modul ini.
A.2.HARGA SATUAN PEKERJAAN
Untuk mendapatkan HSP (Harga Satuan Pekerjaan ) untuk proyek tertentu terlebih dahulu pekerjaan yang harus dilakukan adalah :
-Menentukan Nama Proyek
-Menentukan Jenis Pekerjaan
-Menentukan Uraian Pekerjaan
-Menentukan Uraian Bahan dan Tenaga
-Menentukan Harga Bahan dan Tenaga
Setelah semua data tersebut ditentukan kemudian barulah data tersebut dientry kedalam sistem (program), selanjutnya kita dapat menampilkan HSP (Harga Satuan Pekerjaan), Rekapitulasi,Rencana Anggaran Biaya, Bobot Pekerjaan dan Time Schedule serta proposal atau Penawaran Harga.
A.3.SPK (SURAT PERINTAH KERJA)
SPK ini berguna untuk melaksanakan suatu pekerjaan, berdasarkan SPK ini Manager Proyek atau pelaksana lapangan atau bagian produksi dapat melakukan tugasnya sesuai dengan rincian pekerjaan yang ada pada SPK, data SPK diinput atau dipilih berdasarkan Id Proyek, setelah data SPK selesai diinput maka selanjutnya SPK dapat dicetak dan diberikan kepada Manager Proyek atau pelaksana lapangan atau bagian produksi.

B.BUDGET ANALYSIS (Anggaran dan Realisasi)
B.1. ANGGARAN
Daftar Anggaran dapat dilihat setelah kita selesai menginput data HSP diatas, nilai anggaran dari suatu proyek didapat dari harga pokok bahan dan tenaga yang ada pada File Master bahan dan tenaga, diharapkan sebelum menginput data HSP terlebih dahulu lakukanlah update harga sesuai dengan harga yang berlaku pada saat ini supaya bisa didapatkan update harga yang terbaru, setelah anda selesai menginput HSP maka selanjutnya anda dapat melihat informasi Anggaran terhadap suatu proyek tertentu yang telah disediakan oleh sistem ini.
B.2.REALISASI
Setelah anda melakukan input data HSP dan kemudian anda mencetak Proposal kemudian proposal tersebut disetujui oleh client anda, hal selanjutnya yang akan dilakukan untuk merealisasikan proyek tersebut adalah melakukan pemesanan dan pembelian terhadap bahan dan tenaga yang diperlukan untuk melaksanakan proyek tersebut, pada saat melakukan pembelian bahan dan pembayaran biaya proyek otomatis sistem akan memferifikasi dengan anggaran apakah realisasi pembelian dan biaya melebihi anggaran atau tidak, kalau melebihi anggaran yang ada otomatis sistem akan mengingatkan anda, setelah realisasi proyek selesai selanjutnya anda dapat melihat perbandingan antara anggaran dan realisasi apakah over budget atau defisit.

C.PURCHASING
C.1.Purchase Order (Pemesanan Bahan)
Purchase Order ini digunakan Untuk melakukan Pemesanan Bahan yang akan digunakan untuk melaksanakan suatu proyek tertentu, Purchase Order ini dibuat mengacu kepada proyek tertentu atau bisa juga untuk pembelian langsung tanpa mengacu pada proyek tertentu misalnya untuk keperluan dan kebutuhan diluar proyek.
Purchase Order ini juga dapat dibuat atau digunakan untuk pengiriman bahan langsung ke proyek atau masuk kegudang terlebih dahulu oleh supplier.
C.2.Back Order (Sisa Order)
Pengiriman bahan atau pemenuhan terhadap Purchase Order yang telah dibuat dapat dilakukan oleh supplier sekaligus atau parsial, kalau seandainya pengiriman bahan oleh supplier adalah secara parsial maka akan ada yang namanya sisa order (Back Order), pada modul ini sistem telah menyediakan monitoring atau pengawasan untuk hal tersebut, sehingga pemenuhan akan terhadap pemesanan bahan dapat terpenuhi tepat pada waktunya.
C.3.Receipt Order (Penerimaan Bahan)
Input data penerimaan bahan yang telah dipesan berdasarkan surat jalan (DO) beserta invoice dari supplier, penerimaan bahan atau DO berdasarkan PO yang telah dibuat sebelumnya, kita tinggal menginput jumlahnya saja, setelah selesai menginput data penerimaan bahan ini otomatis stok bahan bertambah dan hutang pun bertambah dan laporan hutang pun sudah dapat ditampilkan, kalau seandainya penerimaan fisik bahan di proyek atau dilapangan, untuk mengiput data penerimaan bahan tersebut adalah tetap berdasarkan surat jalan atau (DO) beserta invoice dari supplier tersebut.

D.INVENTORY STOCK
D.1.Delivery Order (Pengiriman Bahan)
Delivery Order berguna untuk menginput data pengiriman bahan atau untuk mencetak surat jalan guna untuk pengiriman bahan ke proyek atau ke customer, surat jalan dicetak berdasarkan Proyek Id atau proyek tertentu, setelah data pengiriman bahan ini diinput, otomatis sistem akan mengurangi stok dan menambah prosentase peyelesaian pekerjaan pada monitoring proyek diatas, pengiriman bahan dapat dilakukan secara sekaligus atau parsial.
D.2.Manufaktur (Proses Produksi)
Pada modul Inventory ini tersedia Sub Modul Produksi , modul produksi ini berguna untuk mengeluarkan bahan-bahan atau material tertentu dari stock untuk dilakukan proses tertentu guna untuk menghasilkan barang jadi yang akan digunakan pada suatu proyek, dan otomatis sistem akan menghitung biaya produksi serta harga pokok terhadap barang jadi tersebut, dan untuk pengirimannya ke proyek menggunakan surat jalan atau DO yang dicetak pada modul Delivery Order diatas.

E.ACCOUNT PAYABLE
E.1.Entry Pembelian
Data pembelian diinput berdasarkan invoice dari supplier dan invoice tersebut berdasarkan Purchase Order yang telah dibuat sebelumnya, pada modul pembelian ini untuk menginput data kita tinggal memilih nomor Purchase Order saja otomatis sistem akan menampilkan data-data bahan yang telah diorder sebelumnya, kita tinggal menginput jumlahnya saja sesuai dengan jumlah yang tertera pada Surat Jalan, setelah itu untuk total harganya otomatis sistem sudah menjumlahkan dengan sendirinya.
E.2.Pembayaran
Setelah data pembelian diinput, otomatis Hutang sudah bertambah, maka langkah selanjutnya yang dilakukan adalah melakukan pembayaran, pembayaran diinput mengacu kepada invoice supplier yang sudah diinputnya sebelumnya, setelah pembayaran selesai diinput otomatis hutang berkurang atau lunas dan kas otomatis berkurang.

F.ACCOUNT RECEIVABLE
F.1.Billing
Billing ini berfungsi untuk melakukan penagihan atau mencetak invoice, untuk menginput data-data invoice kita tidak perlu lagi menginput data, cukup dengan memilih surat jalan yang telah dibuat, invoice dibuat berdasarkan surat jalan ke customer yang telah dibuat sebelumnya bisa parsial atau bisa juga sekaligus, setelah invoice selesai dientry otomatis piutang bertambah, selanjutnya invoice dikirim ke customer.
F.2.Pelunasan
Setelah Invoice dicetak otomatis piutang akan bertambah, modul pelunasan ini berguna untuk menginput data pelunasan guna untuk mengurangi piutang yang ada terhadap customer tertentu, setelah pelunasan diinput otomatis piutang berkurang dan kas bertambah.
G.KAS / BANK
G.1.Kas Keluar
Modul ini berfungsi untuk melakukan pembayaran terhadap biaya-biaya yang diperlukan untuk keperluan proyek atau diluar proyek, atau biaya ATK dan transportasi serta biaya perawatan alat dan gedung lainnya.
G.2.Kas Masuk
Modul kas masuk ini digunakan untuk menginput penerimaan kas dari penerimaan lain-lain seperti bunga Bank, biaya keterlambatan dll.

G.Financial Statement
G.1.Jurnal Harian
Modul ini berfungsi untuk mengentry jurnal harian, seperti jurnal penyusutan, jurnal asuransi, jurnal penyesuaian dan lain-lain.
G.2.Buku Bank / Besar
Buku Bank dan Buku besar berfungsi untuk pengawasan keuangan serta untuk melihat rincian biaya terhadap suatu proyek tertentu.
G.3.Trial Balance
Trial Balance ini digunakan untuk melihat rekapitulasi mutasi keuangan debit kredit untuk proyek tertentu dan biaya lainnya.
G.3.Neraca
Berguna untuk melihat posisi keuangan dan assets perusahaan pada periode tertentu serta likuiditas suatu perusahaan.
G.4.Rugi Laba per Proyek
Berguna untuk melihat posisi Rugi Laba dari suatu proyek atau Rugi Laba keseluruhan proyek (Konsolidasi)
